Eksplorasi Spesies Langka di Ekosistem Hutan Batui: Potensi Spesies Biofarmaka dari Pala Hutan

Pada Juni 2025, tim peneliti SSRS Indonesia Biodiversity Hub melakukan kegiatan eksplorasi keanekaragaman tumbuhan di ekosistem hutan Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dalam kegiatan tersebut, tim berhasil mendokumentasikan keberadaan spesies pala hutan dari famili Myristicaceae, salah satu kelompok tumbuhan yang memiliki nilai ekologis dan potensi biofarmaka yang tinggi. Penemuan ini memperkaya informasi mengenai distribusi spesies liar di Sulawesi sekaligus menjadi dasar penting bagi penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan sumber daya hayati lokal yang berkelanjutan.

Pala hutan (Myristicaceae) diketahui menghasilkan berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti minyak atsiri, fenolik, flavonoid, dan lignan, yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional maupun pengembangan produk farmasi modern. Selain memiliki nilai biofarmaka, buah pala hutan juga berperan sebagai sumber pakan bagi berbagai satwa liar, termasuk beberapa jenis buurng yang membantu penyebaran biji melalui proses alami. Interaksi antara tumbuhan dan satwa tersebut menjadikan pala hutan sebagai komponen penting dalam menjaga regenerasi vegetasi dan keberlanjutan ekosistem hutan tropis Sulawesi. Oleh karena itu, pendokumentasian dan upaya konservasi spesies ini tidak hanya mendukung pengembangan riset biofarmaka, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis hutan.


Biopharmaca Head Office – Media and Communication Teams | biopharma.ssrs@gmail.com | biofarmaka.or.id


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *